Senin, 24 Juni 2013

Market Analisa Tanggal 24 - 28 Juni 2013

Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia IHSG pada minggu lalu anjlok tajam oleh maraknya aksi jual investor asing didorong oleh kekhawatiran berakhirnya program stimulus oleh The Fed , sehingga IHSG ditutup anjlok lagi sampai 245,37 poin (5,15%) ke level 4.515,37.
Untuk minggu berikutnya ini (24-28 Juni 2013) IHSG nampaknya cenderung variatif di tengah para investor yang ambil posisi ‘wait and see’. Secara mingguan, IHSG berada antara support level di sekitar posisi 4477 dan kemudian 4300, sedangkan resistance di level 4880 dan 5060.

Mata uang rupiah seminggu lalu masih melemah, di tengah penguatan US dollar secara global, di mana secara mingguan ditutup di level 9925. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9960 dan 10050, sementara support di level 9870 dan 9815.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai oleh sejumlah data ekonomi penting. Secara umum ada sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
•Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Durable Goods Orders, CB Consumer Confidence serta New Home Sales pada Selasa malam; diikuti dengan rilis Final GDP kuartalan pada Rabu malam; yang dilanjutkan dengan data Pending Home Sales bersamaan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam.
•Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German Ifo Business Climate pada Senin sore; diikuti dengan rilis Current Account Inggris pada Rabu petang.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau menguat di tengah perbaikan data ekonomi Amerika, di mana secara mingguan index dollar AS mananjak ke level 82.390. 
Pekan yang lalu euro dollar sebaliknya terpantau melemah ke posisi level 1.3118. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.2797 dan 1.2660, sementara resistance di 1.3305 dan berikutnya 1.3430.
Poundsterling minggu lalu juga terlihat melemah sebagai pair-nya US dollar, dengan pound melorot ke level 1.5426. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.5008 dan 1.4830, sedangkan resistance pada 1.5755 dan kemudian 1.5877. 
Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 97.87. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 103.80 dan 106.55, serta support pada 93.85 serta level 92.60. 
Sementara itu, Aussie dollar terpantau melorot terus dalam seminggu ke level 0.9220. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.9160 dan 0.8770, sementara resistance level di 0.9797 dan 1.0305.

Stock Index Futures
Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia secara umum tergelincir pada pelemahannya yang terpanjang dalam periode dua tahun terakhir ini di antara isyu paket stimulus AS sudah akan berakhir ditambah situasi ketatnya likuiditas di China.
Indeks Nikkei secara mingguan berakhir agak konsolidasi ke level 13230.13. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 13710 dan 14500, sementara support pada level 11780 dan lalu 11035. Sementara itu,
Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melorot ke level 20246.03. Minggu ini akan berada antara level support di 19085 dan 18060, sementara resistance di 21270 dan 22855.
Bursa saham Wall Street minggu lalu melemah, di posisi koreksi terburuknya sejak April lalu setelah Ben Bernanke menyebutkan bahwa kemungkinan dia akan mengakhiri program stimulus moneter. Dow Jones Industrial secara mingguan turun 1.8% ke level 14,799.55, dengan rentang pasar berikutnya resistance level pada 15544 dan 15600, sementara support di level 14685 dan 14365. Index S&P 500 minggu lalu juga tergelincir 2.1% ke 1,590.84, berikutnya range pasar antara resistance di level 1686 dan 1700, sementara support pada level 1575 dan 1535.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu anjlok lagi dalam hiruk pikuk berakhirnya paket stimulus yang telah mendongkrak mata uang US dollar, di mana harga emas dunia jatuh lagi ke level $1294.10 per troy ounce.
Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara support pada $1270 dan $1155, serta resistance di $1425 serta berikut $1490 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau juga melemah secara mingguan pada Rp412,740.

Isu situasi global seperti berakhirnya program stimulus moneter masih terus hangat mengompori situasi pasar. Gejolak pasar ini apakah harus disikapi dengan tindakan mundur dari pasar atau justru saatnya terjun memanfaatkan peluang menjadi topik diskusi yang ramai di antara para investor. Para pelaku investasi saling silang berbeda pendapat di mass media dan forum diskusi. Ini sering membingungkan para investor individual dalam menentukan strategi investasi mereka.

Senin, 10 Juni 2013

Market Analisa Tanggal 10 - 14 Juni 2013

Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia IHSG pada minggu lalu anjlok tajam oleh aksi maraknya aksi jual investor asing didorong oleh tingginya kekhawatiran bahwa The Fed berpotensi untuk menarik program stimulusnya, sehingga IHSG ditutup anjlok sampai 163,304 poin atau 4,01% ke level 4.865,32.
Untuk minggu berikutnya ini (10-14 Juni 2013) IHSG nampaknya berpeluang untuk rebound oleh aksi bargain hunting para investor. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 5060 dan 5251, sedangkan support level di sekitar posisi 4715 dan kemudian 4646.

Mata uang rupiah seminggu lalu konsolidatif, di mana secara mingguan ditutup di level 9803 terhadap USD masih di tengah isyu penguatan dollar secara global. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9850, sementara support di level 9745 dan 9675.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai oleh sejumlah data ekonomi penting, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga dari bank sentral di Indonesia dan Selandia Baru.
Secara umum ada sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
•Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales bersamaan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
•Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data Manufacturing Production Inggris pada Selasa sore; diikuti dengan rilis tenaga kerja Inggris Claimant Count Change pada Rabu petang.
•Dari kawasan Indonesia dan Selandia Baru: berupa pengumuman suku bunga bank sentral Selandia Baru (RBNZ) pada Kamis subuh yang diperkirakan bertahan pada level 2.5o%. demikian pun pengumuman Bank Indonesia mengenai suku bunga (BI rate) pada Kamis siang yang diperkirakan akan bertahan di level 5.75%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau agak melemah di tengah optimisme yang terhembus dari Eropa bahwa krisis sudah terlewati, di mana secara mingguan index dollar AS melemah ke level 81.680.
Pekan yang lalu euro dollar terpantau menguat sedikit ke posisi level 1.3218. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.2797 dan 1.2660, sementara resistance di 1.3305 dan berikutnya 1.3430.
Poundsterling minggu lalu terlihat menguat sejalan dengan data ekonomi Inggris yang baik, dengan pound menanjak ke level 1.5533. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.5008 dan 1.4830, sedangkan resistance pada 1.5688 dan kemudian 1.5877.
Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 97.56. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 103.80 dan 106.55, serta support pada 95.05 serta level 92.60.
Sementara itu, Aussie dollar terpantau melorot terus dalam seminggu ke level 0.9498. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.9390 dan 0.8770, sementara resistance level di 0.9850 dan 1.0305.

Stock Index Futures
Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah di dalam isyu bakalan behentinya stimulus dari the Fed yang pada gilirannya akan memicu kenaikan suku bunga. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir melemah ke level 12877.53. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 13710 dan 14500, sementara support pada level 11780 dan lalu 11035. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melorot ke level 21614.77. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23505 dan 23945, sementara support berikutnya 21415 dan 21075.
Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat, memangkas kerugian dua minggu berturut-turutnya, terangkat oleh data tenaga kerja yang lebih besar dari ekspektasi pasar. Dow Jones Industrial secara mingguan naik 0.8% ke level 15,244.35, dengan rentang pasar berikutnya resistance level pada 15544 dan 15600, sementara support di level 14880 dan 14365. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat 0.8% ke 1,639.77, berikutnya range pasar antara resistance di level 1686 dan 1700, sementara support pada level 1575 dan 1535.

Untuk pasar emas, minggu lalu masih kalem setelah berupaya rebound terbatas, di mana harga emas dunia naik sedikit ke level $1378.95 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara support pada $1320 dan $1155, serta resistance di $1490 serta berikut $1620 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau juga agak melemah secara mingguan pada Rp434,350.

Sejumlah indicator data ekonomi kerap menjadi penggerak pasar, sementara sebagian data ekonomi lainnya sepertinya tidak berdampak terhadap harga di pasar investasi. Kadang seorang investor individual terkecoh dengan pilihan dan analisis fundamental data ekonomi. Hal itu dapat dimengerti kalau tidak mempelajari situasi pasar sebelumnya. Demikianlah, fluktuasi pasar dan data perlu dipelajari hubungan dan kaitannya.

Selasa, 04 Juni 2013

Analisa Market 3 - 7 Juni 2013

Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia IHSG pada minggu lalu tergerus kembali oleh aksi net sell dari investor asing di tengah spekulasi akan penahanan stimulus ekonomi dari the Fed, sehingga IHSG ditutup melemah 1,19% ke 5.068.
Untuk minggu berikutnya ini (3-7 Juni 2013) IHSG nampaknya masih akan tertekan atau setidaknya konsolidasi di minggu yang dipotong libur nasional ini. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 5251 dan 5300, sedangkan support level di sekitar posisi 4990 dan kemudian 4907.

Mata uang rupiah seminggu lalu kembali melemah, di mana secara mingguan ditutup di level 9813 terhadap USD di tengah isyu penguatan dollar secara global. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9850, sementara support di level 9745 dan 9675.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan cukup banyak data ekonomi penting, sebagaimana biasanya di minggu pertama tiap bulan, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga dari bank sentral di Australia, Inggris dan Eropa.
Secara umum ada sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

•Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; dilanjutkan dengan rilis Trade Balance pada Selasa malam; kemudian data ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI pada Rabu malam; berikutnya data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis penting mengenai lapangan pekerjaan: Unemployment Rate dan Non-Farm Employment Change pada Jumat malam.

•Dari kawasan Inggris dan Eropa:
berupa data Manufacturing PMI Inggris pada Senin sore; diikuti dengan rilis lelang obligasi Spanish 10-y Bond Auction, serta suku bunga Inggris (MPC) dan Eropa (ECB) yang diperkirakan bertahan di level masing-masingnya yaitu 0.5% pada Kamis petang.

•Dari kawasan Australia:
berupa pengumuman suku bunga bank sentral Australia (RBA) pada Selasa siang yang diperkirakan bertahan pada level 2.75%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau agak melemah sebagai koreksi atas trend penguatannya oleh data ekonomi yang membaik dari AS, di mana secara mingguan index dollar AS melemah sedikit ke level 83.270.

Pekan yang lalu euro dollar terpantau menguat sedikit ke posisi level 1.3003. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.2797 dan 1.2660, sementara resistance di 1.3250 dan berikutnya 1.3430.
Poundsterling minggu lalu terlihat menguat, dengan pound rebound ke level 1.5213. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.5008 dan 1.4830, sedangkan resistance pada 1.5605 dan kemudian 1.5877.
Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 100.42. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 103.80 dan 106.55, serta support pada 97.05 serta level 95.92.
Sementara itu, Aussie dollar terpantau melorot dalam seminggu ke level 0.9570. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.9525 dan 0.9390, sementara resistance level di 1.0305 dan 1.0480.

Stock Index Futures
Untuk bursa berjangka, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah di dalam isyu bakalan behentinya stimulus dari the Fed yang pada gilirannya akan memicu kenaikan suku bunga. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir melemah ke level 13744.54. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 14500 dan 15910, sementara support pada level 13000 dan lalu 11780. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 22481.72. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23505 dan 23945, sementara support berikutnya 21415 dan 21075.
Bursa saham Wall Street minggu lalu tergelincir di minggunya yang kedua –pertama kalinya sejak November tahun lalu- karena isyu spekulasi akan pemangkasan stimulus oleh the Fed. Dow Jones Industrial secara mingguan turun 1.2% ke level 15,115.57 setelah sempat menyentuh rekor tertingginya di 15,409.39 pada 28 Mei, dengan rentang pasar berikutnya resistance level pada 15544 dan 15600, sementara support di level 14880 dan 14365. Index S&P 500 minggu lalu terpangkas 1.1% ke 1,630.74, berikutnya range pasar antara resistance di level 1686 dan 1700, sementara support pada level 1575 dan 1535.

Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu agak stagnan setelah berupaya rebound di tengah tertahannya rally mata uang dollar, di mana harga emas dunia berada di level $1385.00 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara support pada $1320 dan $1155, serta resistance di $1490 serta berikut $1620 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau juga melemah secara mingguan pada Rp435,930.
Berita pasar, apakah dari the Fed, atau isyu dari kawasan Eropa atau Amerika, kembali memengaruhi pasang surutnya pasar investasi. Satu saat sepertinya memberi harapan, pada kesempatan lain memutuskan ekspektasinya. Sangat tidak menentu. Sering juga spekulasi pasar terbentuk untuk menggerakkan pasar itu sendiri. Kita tidak menyalahkan pasar atas hal tersebut. Pasar tidak pernah salah.

Senin, 27 Mei 2013

Analisa Market Tanggal 27 - 31 Mei 2013

Selama pekan lalu pergerakan pasar cukup banyak dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan pidato pernyataan kepala bank sentral seperti Bernanke dan Kuroda. Berikut Agenda Data Fundamental dalam Sepekan ini :

SENIN
Pada hari ini tidak banyak data fundamental yang dirilis, sementara di Inggris dan AS merupakan hari libur nasional. Pukul 07:00 pagi ini dirilis pernyataan hasil meeting MPC Jepang yaitu para pembuat kebijakan moneter mengenai perkembangan hasil kebijakan BoJ terhadap pasar.

SELASA
Data CSPI tahunan Jepang diperkirakan dilevel sama dengan tahun lalu -0.2% bila sesuai atau lebih besar dari -0.2% maka yen dapat menguat namun bila lebih kecil dari perkiraan maka usdjpy naik. Data ekonomi Jerman Import Prices diprediksi turun dari -0.1% ke -0.2% bila sesuai perkiraan membuat melemah nilai euro.
Pada malam hari dirilis data ekonomi AS yaitu S&P CS Composite diperkirakan oleh para pengamat mengalami kenaikan dari sebelumnya 9.3% menjadi 10.2% bila hasilnya sesuai perkiraan hal ini menguatkan dollar. Data ekonomi selanjutnya CX Consumer Confidence yang merupakan data cukup penting. Diperkirakan oleh pengamat yang disurvey data ini naik dari sebelumnya -6 menjadi +2 hal ini jelas akan menguatkan dollar dan bila sebaliknya maka dollar melemah.

RABU
Data ekonomi hari ini cukup beragam dari berbagai negara/kawasan. Pagi ini data ekonomi Jepang dirilis diantaranya data retail sales (penjualan ritel) tahunan, diprediksikan datanya menurun dibanding tahun lalu dari -0.3% ke -0.4%. Kemudian Gubernur BOJ Kuroda dijadwalkan akan berpidato, pasar sangat menantikan kembali pernyataan Kuroda apakah menguatkan atau kembali melemahkan yen. Data ekonomi Australia HIA New Home Sales dan data Construstion Work Done yang menurut survey akan naik dari -0.1% menjadi 1.1% dan bila sesuai perkiraan maka aussie menguat.
Data ekonomi Eropa pukul 14:55- German Unemployment Change hasilnya diperkirakan masih sama dengan data bulan lalu yaitu 4K, dan data German Prelim diperkirakan menguatkan euro karna naik dari -0.5% ke 0.2%, kemudian data money supply eropa naik dari 2.6% ke 2.9% data-data ekonomi ini diperkirakan menguatkan euro. Data ekonomi Inggris dirilis pukul 17:00 yaitu CBI Realized Sales diperkirakan naik dari 1 menjadi 4, diprediksi sterling akan menguat akibat data ini. Pada malam ini tidak ada data ekonomi dari AS yang dirilis.

KAMIS
Data ekonomi Australi pagi ini cukup penting diantaranya Building Approval bulan April diprediksi naik dari sebelumnya -5.5% menjadi 4.1% data ini merupakan data penting karena semakin banyaknya ijin mendirikan bangunan mengindikasikan bertumbuhnya sektor property. Data Private Capital Expenditure juga diprediksi positif, naik dari -1.2% ke 0.7%, kedua data ini diprediksi membuat Aussie menguat setelah dalam beberapa pekan melemah.
Data ekonomi AS pada malam ini yaitu prelim GDP (pendahuluan GDP AS) yang diperkirakan sama dengan data sebelumnya yaitu dilevel 2.5% bila sesuai prediksi dollar terdorong lebih kuat. Data unemployment claims mingguan diprediksi naik dari 340K ke 342K dan ini bisa membuat dollar melemah. Data pending home sales diprediksi lebih rendah dari sebelumnya, turun dari 1.5% ke 1.3%. Bila data penjualan rumah menurun maka dollar dapat melemah.

JUMAT
Pada akhir pekan ini cukup banyak data ekonomi dirilis, dan investor harap berhati-hati mencermati setiap dampak rilis data tersebut. Data Jepang diantaranya Household Spending diprediksi turun dari 5.2% ke 3.1% membuat yen melemah. Data Tokyo Core CPI naik tipis dari -0.3% ke -0.2% dan data Prelim Industrial Production Jepang diperkirakan naik dari 0.2% ke 0.8% hal ini bila sesuai perkiraan mendorong penguatan yen Jepang. Data private sector credit Australia diperkirakan naik tipis dari 0.2% ke 0.3% bila sesuai maka Aussie terdorong menguat.
Data Ekonomi Eropa. Data Retail sales Jerman diprediksi naik dari sebelumnya -0.5% menjadi +0.3% dan data Consumer spending Perancis diprediksi turun dari 1.3% ke -0.5%. Kedua data ini bertolak belakang, namun setidaknya pasar lebih melihat data Jerman, bila sesuai perkiraan naik maka euro akan menguat. Data CPI Flash estimate diperkirakan naik dari 1.2% menjadi 1.4% hal ini psositif untuk euro. Namun tingkat pengangguran di zona eropa diprediksi bertambah dari 12.1% jadi 12.2% hal ini masih menjadi tekanan untuk euro.
Pada malam hari, dirilis data ekonomi AS yaitu core PCE Index, Personal spending dan Chicago PMI serta Revised UoM Consumer Spending diperkirakan hasilnya diprediksi menguatkan dollar AS. Bila sesuai dengan perkiraan dan dollar menguat menjelang penutupan pasar pekan ini.

Mengawali perdagangan pekan ini harga emas batangan di Logam Mulia Antam tidak mengalami pergerakan dimana sama dengan harga penutupan akkhir pekan. Minted Bars ukuran 1 gr dijual Rp. 516000/gr , untuk Minted Bars ukuran 250 gr Rp. 477000/gr menjadi Rp.119.250.000
Untuk buy back yang dipatok Antam hari ini naik Rp. 1000 dari penutupan pekan lalu menjadi Rp 434.000 per gram dari data yang didapat Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam.
Harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Juni tampak mengalami penurunan sebesar 0.4 persen dan akhir pekan ditutup pada posisi 1386.60 dollar per troy ons. Harga emas telah mengalami penurunan sebesar 5.8 persen di bulan Mei ini, mengarah kepada penurunan bulanan untuk dua bulan berturut-turut.
Sementara itu harga emas spot LLG tampak mengalami penurunan harian sebesar 0.6 persen dan ditutup pada posisi 1383 dollar per troy ons. Akan tetapi dalam satu pekan harga emas menguat 2.15 persen, peningkatan mingguan terbesar sejak akhir April lalu. Pagi ini untuk emas global mengalami kenaikan dimana harga spot emas sedang naik 0,29% di posisi 1390,67 dollar AS toz.
Untuk ketersediaan emas yang dijual pagi ini tidak semua ukuran minted bars tersedia dijual khususnya untuk ukuran setengah kilo tidak tersedia.
Perkiraan pergerakan harga emas akan cenderung mengalami pergerakan yang terbatas. Pergerakan harga emas hari ini diperkirakan pada kisaran 1383,70 - 1400 dollar.

Range Today Forex dan Emas 27 Mei 2013

Senin, 20 Mei 2013

Analisa Market Tanggal 20 - 24 Mei 2013

Bursa saham Indonesia pada perdagangan pekan lalu berakhir menguat cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu (13/05-17/05) ditutup pada posisi 5145,683, naik 39,746 poin atau 0,78% dari penutupan pekan sebelumnya (06/05-10/05) di level 5105,937.
Pada minggu ini (20/05 - 24/05), IHSG tampak kembali berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah yang baru di posisi 5162,381. Secara sektoral, tampak sektor barang konsumsi melejit sangat tajam. Hal ini kemungkinan didorong oleh antisipasi investor dalam menyambut bulan puasa atau Ramadhan yang akan tiba.
Untuk minggu ini, IHSG tampaknya masih berpotensi menguat. Diperkirakan IHSG pada perdagangan pekan ini akan menemukan resistance pada kisaran 5170 dan 5235. Sedangkan support berada di kisaran 5110 dan 5060.

Mata uang rupiah seminggu lalu kembali melemah, di mana secara mingguan ditutup melemah di level 9745 terhadap USD, turun sebesar 11 poin dari posisi penutupan perdagangan minggu sebelumnya. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9770 dan 9820, sementara support di level 9720 dan 9680.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga dari the bank sentral di Australia dan Inggris.
Secara umum ada sejumlah agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
•Dari kawasan Amerika: agak sepi minggu ini; hanya berupa rilis data existing homes sales dan pidato Bernanke hari Rabu, rilis catatan rapat The Fed Kamis dini hari, serta klaim pengangguran dan penjualan rumah baru pada Kamis malam.
•Dari kawasan Eropa: berupa rilis catatan rapat BOE dan penjualan eceran pada hari Rabu sore. Di hari Kamis siang ada rilis data Flash Manufacturing PMI Perancis dan Jerman juga estimasi pertumbuhan GDP kuartal kedua di Inggris. Pada hari Jumat dini hari Presiden ECB Mario Draghi akan berpidato, sedangkan sore harinya akan dirilis data iklim bisnis Jerman.
•Dari Australia: Monetary Policy Meeting Minutes dari RBA. data ini diharapkan dapat memberikan kisi-kisi apakaha RBA akan menurunkan suku bunga lagi.
•Dari kawasan Asia; Policy Statement, diperkirakan BOJ masih akan mempertahankan kebijakan depresiasi Yen.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau menguat setelah ada kemungkinan Fed akan kurangi program stimulus, di mana secara mingguan index dollar AS kembali menguat ke level 84.200.
EUR/USD, Pekan yang lalu euro dollar terpantau melemah ke posisi level 1.2838. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.2750 dan 1.2620, sementara resistance di 1.2980 dan berikutnya 1.3080.
GBP/USD, Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.5169. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.5060 dan 1.4950, sedangkan resistance pada 1.5220 dan kemudian 1.5350.
USD/JPY, Yen minggu lalu berakhir menguat ke level 103.22. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 103.40 dan 103.75, serta support pada 102.20 serta level 101.00
AUD/USD, Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah dalam seminggu ke level 0.9728. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.9855 dan 0.9980, sementara support level di 0.9690 dan 0.9550.

Stock Index Futures
Pada perdagangan di bursa saham kawasan Asia minggu lalu (13/05-17/05) secara umum mengalami penguatan, terutama bursa saham Jepang yang melejit tajam hingga menembus level 15000. Bursa saham Jepang tampak melesat tajam minggu lalu, dipimpin oleh perusahaan-perusahaan leasing. Hal ini diperkirakan didorong oleh kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe yang mendukung praktek leasing, dalam rangka mendorong angka belanja modal di Jepang. Selain itu, dalam programnya, Abe juga diberitakan akan berfokus pada industri pertanian dan ekspor infrastruktur. Untuk rentang indeks Nikkei pada minggu ini, diperkirakan berada di kisaran 14735 hingga 15465.
Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 23082,68. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23245 dan 23400, sedangkan support berikutnya 22720 dan 22535.
Sementara itu dari kawasan AS, menguatnya Wall Street tampaknya didorong oleh data ekonomi AS yang cukup memuaskan minggu lalu. Penjualan ritel AS dilaporkan bertumbuh 0,1% pada periode April 2013, setelah sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 0,5%. Building Permits dilaporkan meningkat menjadi 1,02 juta dari sebelumnya 0,89 juta. Sementara itu, Prelim UoM Consumer Sentiment juga meningkat menjadi 83.7 dari sebelumnya 76.4. Rentang indeks Dow Jones minggu ini diperkirakan berada di kisaran 15190 hingga 15440, sedangkan indeks S&P 500 berada di kisaran 1645 hingga 1675.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu tampak alami penurunan dan ditutup di level $1355.25 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara support pada $1320 dan $1295, serta resistance di $1400 serta berikut $1470 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau ikut melemah secara mingguan pada Rp424900

Senin, 13 Mei 2013

Analisa Market Tanggal 13 - 17 Mei 2013

Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia, IHSG pada minggu lalu terpantau berhasil menembus angka 5100 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah yang baru pada posisi 5115,643. IHSG pada akhirnya ditutup di posisi 5105,937 atau naik 3,66% secara mingguan.
Untuk minggu ini (13 - 17 Mei 2013) IHSG nampaknya berpeluang menguat kembali, seiring dengan masih dominannya sentimen positif. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 5170 dan 5235, sedangkan support level di sekitar posisi 5050 dan kemudian 5000.

Mata uang rupiah seminggu lalu kembali tenang, di mana secara mingguan ditutup stagnan di level 9734 terhadap USD, hanya naik 1 poin dari posisi penutupan perdagangan minggu sebelumnya. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9750 dan 9780, sementara support di level 9720 dan 9680.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga dari the bank sentral di Australia dan Inggris.
Secara umum ada sejumlah agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
•Dari kawasan Amerika: agak sepi minggu ini; hanya berupa rilis data penjualan eceran pada hari Senin malam. Building permits, inflasi, indeks manufaktur Philly dan klaim pengangguran hari Kamis malam dan indeks keyakinan konsumen UoM Jumat malam.
•Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa pertemuan EUROGROUP dan indeks keyakinan konsumen Jerman
•Dari Australia: berupa pengumuman anggaran belanja pemerintah Australia.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau menguat setelah ada kemungkinan Fed akan kurangi program stimulus, di mana secara mingguan index dollar AS kembali turun ke level 83.100.

EUR/USD,Pekan yang lalu euro dollar terpantau melemah ke posisi level 1.2992. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.2910 dan 1.2820, sementara resistance di 1.3080 dan berikutnya 1.3180.

GBP/USD,Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.5362. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.5220 dan 1.5120, sedangkan resistance pada 1.5460 dan kemudian 1.5570.

USD/JPY, Yen minggu lalu berakhir menguat ke level 101.62. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 102.50 dan 103.44, serta support pada 100.20 serta level 99.00

AUD/USD, Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah dalam seminggu ke level 1.0024. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.065 dan 1.180, sementara support level di 0.9820 dan 0.9650.


Stock Index Futures

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat terangkat sentiment positif setelah ECB memangkas suku bunganya ke level terendah. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir menguat signifikan ke level 14635. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 15000 dan 15400, sementara support pada level 14500 dan lalu 14280.
Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 23260. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23500 dan 23945, sementara support berikutnya 22550 dan 22375.
Bursa saham Wall Street minggu lalu menanjak lagi melanjutkan rally minggu lalu dan mencetak rekor tertinggi baru dengan S&P menembus level 1600 untuk pertama kalinya dalam sejarah terpicu oleh data tenaga kerja yang dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 15080.01, dengan rentang pasar berikutnya resistance level pada 15200, sementara support di level 14800 dan 14500. Index S&P 500 minggu lalu menanjak ke level 1624.66. Berikutnya range pasar antara resistance di level 1650 dan 1680, sementara support pada level 1605 dan 1580.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu tampak alami penurunan dan ditutup di level $1443.85 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara support pada $1390 dan $1295, serta resistance di $1480 serta berikut $1570 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau ikut melemah secara mingguan pada Rp451,600.

Senin, 06 Mei 2013

Analisa Market Tanggal 6 - 10 Mei 2013

Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia IHSG pada minggu lalu terpantau awalnya mencetak rekor baru namun kemudian terkoreksi tajam di akhir minggu akibat S&P yang memangkas outlook Indoesia dari positif ke stabil, sehingga IHSG ditutup melemah 1,03% pada posisi 4925,48, setelah sempat menyentuh level rekor baru sampai ke 5062.
Untuk minggu berikutnya ini (6 - 10 Mei 2013) IHSG nampaknya berpeluang menguat kembali. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 5062 dan 5100, sedangkan support level di sekitar posisi 4855 dan kemudian 4714.

Mata uang rupiah seminggu lalu kembali tenang, di mana secara mingguan ditutup agak melemah di level 9735 terhadap USD. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9780 dan 9850, sementara support di level 9675 dan 9620.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting, termasuk di antaranya pengumuman suku bunga dari the bank sentral di Australia dan Inggris.
Secara umum ada sejumlah agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
•Dari kawasan Amerika: agak sepi minggu ini; hanya berupa rilis data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; serta pidato Chairman the Fed Ben Bernanke di Chicago pada Jumat malam.
•Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis lelang obligasi Spanish 10-y Bond Auction serta pengumuman suku bunga dari MPC Bank of London pada Kamis sore yang diperkirakan berahan di level 0.5%.
•Dari Australia: berupa pengumuman suku bunga bank sentral Australia (RBA) pada Selasa pagi yang diperkirakan berahan di level 3%.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau melemah setelah rilis industry sector jasa di Amerika yang melemah, di mana secara mingguan index dollar AS kembali turun ke level 82.080.
EUR/USD,Pekan yang lalu euro dollar terpantau agak menguat ke posisi level 1.3117. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.2750 dan 1.2660, sementara resistance di 1.3380 dan berikutnya 1.3720.
GBP/USD,Poundsterling minggu lalu terlihat menguat, dengan keyakinan bisnis yang melampaui ekspektasi pasar sehingga pound menanjak lagi ke level 1.5570. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.4830 dan 1.4235, sedangkan resistance pada 1.5877 dan kemudian 1.6380.
USD/JPY, Yen minggu lalu berakhir menguat ke level 90.01. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 99.95 dan 101.44, serta support pada 95.92 serta level 92.55.
AUD/USD, Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat dalam seminggu ke level 1.0315. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.0480 dan 1.0600, sementara support level di 1.0150 dan 0.9970.

Bursa saham Wall Street minggu lalu menanjak lagi melanjutkan rally minggu lalu dan mencetak rekor tertinggi baru dengan S&P menembus level 1600 untuk pertama kalinya dalam sejarah terpicu oleh data tenaga kerja yang dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat 1.8% ke level 14968.66, dengan rentang pasar berikutnya resistance level pada 15000, sementara support di level 14365 dan 13785. Index S&P 500 minggu lalu menanjak 2.0% ke level 1608.59. Berikutnya range pasar antara resistance di level 1620 dan 1650, sementara support pada level 1535 dan 1483.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu kembali naik terangkat dorongan beli investor global di level harga rendah, di mana harga emas dunia merangkak terus ke level $1468.95 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara support pada $1320 dan $1155, serta resistance di $1620 serta berikut $1670 per troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau ikut menaik secara mingguan pada Rp459,530.